Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

Shalat-shalat Sunnah

Shalat-shalat sunnah ada lima, yaitu: 1. Shalat Idul Fitri 2. Shalat Idul Adha 3. Shalat gerhana matahari 4. Shalat gerhana bulan 5. Shalat istisqa' (meminta hujan) Shalat-shalat yang mengiringi shalat fardhu ada tujuh belas rakaat, yaitu: 1. Shalat dua rakaat sebelum subuh 2. Shalat empat sebelum shalat Dzuhur dan dua rakaat sesudahnya 3. Shalat empat rakaat sebelum shalat Ashar 4. Shalat dua rakaat setelah shalat Maghrib 5. Shalat tiga rakaat setelah shalat Isya', termasuk satu rakaat witir Shalat-shalat sunnah mukkadah ada tiga, yaitu 1. Shalat malam 2. Shalat Dhuha 3. Shalat Tarawi Sumber:  Al-Ghayah wa At-Taqrib, Abu Syuja' Ahmad bin Husain bin Ahmad bin Al-Ashfahani

Syarat Wajib Shalat

Syarat wajib shalat ada tiga, yaitu: 1. Islam 2. Baligh 3. Berakal Sumber: Al-Ghayah wa At-Taqrib, Abu Syuja' Ahmad bin Husain bin Ahmad bin Al-Ashfahani

Waktu-waktu Shalat

Shalat yang diwajibkan ada, yaitu: 1. Zhuhur. Awal waktunya adalah ketika matahari tergelincir, sedangkan akhirnya adalah jika bayangan segala sesuatu sama dengan bendanya setelah tergelincir matahari. 2. Ashar. Awal waktunya adalah ketika bayangan lebih dari bendanya, sedangkan akhirnya berdasarkan  waktu terpilih adalah sampai bayangan benda dua kali panjangnya. Akan tetapi, boleh mengerjakannya sampai terbenam matahari. 3. Maghrib. Waktunya hanya satu, yaitu ketika matahari terbenam. Kadarnya kira-kira adalah kadar adzan, wudhu, menutup aurat, iqamat, dan shalat lima rakaat. 4. Isya'. Awal waktunya adalah apabila mega merah hilang, sedangkan akhirnya berdasarkan waktu terpilih sampai sepertiga pertama malam. Akan tetapi, boleh mengerjakannya sampai terbit fajar kedua. 5. Subuh. Awal waktunya adalah ketika terbit fajar kedua, sedangkan akhirnya sesuai pendapat yang terpilih adalah sampai terang. Akan tetapi, boleh mengerjakannya sampai matahari terbit Sumber:  Al-Ghaya...

Larangan-larangan Bagi yang Berhadats

Orang yang berhadats diharamkan melakukan tiga perkara, yaitu: 1. Shalat 2. Thawaf 3. Menyentuh dan membawa mushaf Sumber: Al-Ghayah wa At-Taqrib, Abu Syuja' Ahmad bin Husain bin Ahmad bin Al-Ashfahani

Larangan-larangan Bagi Orang yang Junub

Orang yang junub haram melakukan lima perkara, yaitu: 1. Shalat 2. Membaca Al-Quran 3. Menyentuh dan membawa mushaf 4. Thawaf 5. Berdiam diri di masjid Sumber:  Al-Ghayah wa At-Taqrib, Abu Syuja' Ahmad bin Husain bin Ahmad bin Al-Ashfahani

Larangan-larangan Bagi Wanita yang Sedang Haid dan Nifas

Ketika wanita mengalami haid dan nifas, diharamkan baginya delapan perkara, yaitu: 1. Shalat 2. Puasa 3. Membaca Al-Quran 4. Memegang dan membawa mushaf 5. Masuk masjid 6. Thawaf 7. Jima' 8. Bercumbu dengan suami di bagian tubuh yang terletak di antara pusar dan lutut Sumber: Al-Ghayah wa At-Taqrib, Abu Syuja' Ahmad bin Husain bin Ahmad bin Al-Ashfahani

Usia Minimal Wanita Mengalami Haid

Umur perempuan mengalami haidh paling cepat adalah sembilan tahun. Jangka waktu hamil paling cepat adalah enam bulan, sedangkan paling lama adalah empat tahun, namun biasanya adalah sembilan bulan. Sumber: Al-Ghayah wa At-Taqrib, Abu Syuja' Ahmad bin Husain bin Ahmad bin Al-Ashfahani

Masa Haid dan Nifas

Masa haid paling pendek adalah sehari semalam, sedangkan paling lama adalah lima belas hari. Biasanya selama enam atau tujuh hari. Masa nifas paling pendek adalah sejenak, sedangkan paling lama adalah enam puluh hari. Biasahnya empat puluh hari. Masa suci paling sedikit di antara dua haid adalah lima belas hari dan tidak ada batasan jangka waktu paling lamanya. Sumber: Al-Ghayah wa At-Taqrib, Abu Syuja' Ahmad bin Husain bin Ahmad bin Al-Ashfahani

Macam-macam Darah yang Keluar dari Kemaluan Wanita

Ada tiga darah yang keluar dari kemaluan wanita, yaitu: 1. Darah haidh 2. Darah nifas 3. Darah istiadhah Haid adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita dengan cara sehat, bukan karena melahirkan. Warnanya merah kehitam-hitaman. Nifas adalah darah yang keluar setelah melahirkan. Istiadhah adalah darah yang keluar bukan pada hari-hari haidh dan nifas. Sumber: Al-Ghayah wa At-Taqrib, Abu Syuja' Ahmad bin Husain bin Ahmad bin Al-Ashfahani

Cara Mensucikan Khamer

Jika arak berubah menjadi cuka dengan sendirinya, maka ia suci. Jika berubah dengan memasukkan sesuatu, maka ia tidak suci. Sumber: Al-Ghayah wa At-Taqrib, Abu Syuja' Ahmad bin Husain bin Ahmad bin Al-Ashfahani

Mensucikan Bejana yang Dijilat Anjing

Bejana harus dicuci jika dijilat anjing dan babi sebanyak tujuh kali, salah satunya adalah dengan tanah. Bejana cukup dicuci sekali saja jika terkena seluruh najis yang lainnya, namun jika dicuci tiga kali itu lebih baik. Sumber:  Al-Ghayah wa At-Taqrib, Abu Syuja' Ahmad bin Husain bin Ahmad bin Al-Ashfahani

Hewan-hewan yang Najis

Semua binatang adalah suci, kecuali anjing dan babi serta apa yang berasal dari keduanya atau salah satunya. Semua bangkai adalah najis, kecuali ikan, belalang, dan manusia. Sumber: Al-Ghayah wa At-Taqrib, Abu Syuja' Ahmad bin Husain bin Ahmad bin Al-Ashfahani